Selasa, 16 Februari 2016

Sikap Mahasiswa Papua

 
Sikap Mahasiswa Papua
Oleh : Ayob Tabuni


Sebuah kenyataan yang dapat dipungkiri bahwa masiswa Papua Barat adalah orang Papua, berkebangsaan Papua, mempunyai ras Negroid dari rumpun Melanesia dengan ciri fisik berkulit hitam dan berambut keriting. ini adalah sebuah kenyataan. Mahasiswa Papua Barat juga adalah orang yang mempunyai wilayah sebagai tempat tinggalnyanya dan hidup di wilayah itu. ini juga kenyataan.

Walaupun demikian, tidak semua mahaswa sadar bahwa mereka adalah orang papua. Mereka tidak sadar bahwa rakyatnya, yaitu orang tua dan sanak- saudaranya sendiri sedang berjajah, dan lebih gawat adalah mereka sendiri sering mengadaikan diri sambil menyangka lbahwa mereka bukan orang papua. ini sesuatu yang ironis.
untuk itu, agar dapat sadar diri sebagai orang Papua, dan memahami dinamika kehidupan bangsanya dan rakyatnya, maka mahasiswa Papua Barat harus mempunyai sikap yang tegas dalam menangapi dinamika kehidupan yang terjadi di Papua Barat tanpa harus menjadi orang munafik. untuk sampai kepada pengambilan sikap secara tegas dan konsisten dalam perjuangan kemerdekaan Papua Barat. Wa....!

Ini sedikit materi yang saya bagikan kepadat saya dan kawan- semua semoga bermaanfaat.

Jumat, 06 November 2015

Tradisi bakar batu

Tradisi bakar batu
















UPACARA BAKAR BATU
Upacara bakar batu merupakan Sebuah ritual tradisional suku-suku pegunungan Papua, seperti upacara kematian, pernikahan, perdamaian, dan menyambut tamu agung. Upacara kematian dilakukan karena ada pihak keluarga yang ingin agar duduk dan makan bersama dengan saudara-saudaranya (neak nami). Sementara upacara pernikahan, bakar batu di lakukan karena ingin memberikan makan kepada neak nami tersebut, serta ucapan syukur. Perdamaian dilakukan pada puncaknya yakni bakar batu. Karena menurut saya mungkin ada masalah-masalah yang belum terselesaikan, sehingga upacara bakar batu dilaksanakan dengan maksud damai dan tidak ada dendam dikmudian hari. Begitu pula sama halnya dalam penyambutan tamu agung.
Proses upacara bakar batu dilaksanakan dengan cara menyiapkan sayur mayur, lauk (seperti daging babi,dll), ubi,singkong,keladi (ini merupakan makanan pokok pegunungan Papua). Persiapan lainnya merupakan, persiapan batu-batu yang nantinya dipanaskan, kayu bakar, kolam/lubang, api, dan daun-daun.
Ketika persiapannya sudah selesai (persiapan dilakukan satu hari sebelum acara dilakukan), maka selanjunya siap dilaksanakan bakar batu.
Awalnya kayu yang sudah di persiapkan harus disusun rapi, ketika kayu sudah rapi maka pada bagian dalamnya di kasi batu sebanyak mungkin sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Sementara api menyala dan memanaskan batu, yang harus dilakukan adalah menggali atau membersihkan kolam yang ada. Ketika kolam sudah jadi dan batu sudah panas, maka pada kolam di kasih rumput sebanyak mungkin sebagai pengalas batu.
Pada bagian kolam sudah selesai, maka peletakan batu yang sudah panas siap di letakan. Kemudian rumput yang lainya akan menyusul diantara batu-batu yang panas tersebut. Habis diletakan maka, ubi, singkong, dan keladi siap untuk dimasukan, kedalam kolam, disusul dengan rumput sebagai pembatas, di susul lagi batu kemudian rumput lalu daging-daging yang ingin dimasak. Kemudian paling atas di letakan sayur mayur sebagai penutup paling atas.
Ketika semua barang yang inigin di masukan sudah selesai maka, kolam tersebut di tutup dengan cara mengikat pinggiran dari pada rumput tersebut,sehingga membentuk kolam tersebut padat.
Sementara menunggu matangnya makanan tersebut maka para wanita biasanya menyiapkan sambal, sebagai penyempurnaan rasa. Biasanya sambal ada yang di goreng adapula yang mentah nantinya akan di hamburkan pada masakan tersebut. Ketika semuanya sudah selesai maka bakar batu yang berada di kolam tersebut siap di buka dan di keluatkan secara perlahan-lahan. Apabila makanan tersebut sudah di keluarkan maka, siap untut di sajikan.
Pihak-pihak yang terlibat langusng dalam proses ini adalah, para ibu-ibu,kaum laki-laki, anak-anak.

AREK REGGAE MALANG

AREK REGGAE MALANG